Extracorporeal Shock Waves for Sexual Therapy (ESST) Sebagai Penanganan Masalah Disfungsi Ereksi (DE)

Sekarang ini, permasalahan disfungsi ereksi sering terjadi terhadap pria dewasa. Disfungsi Ereksi (DE) adalah ketidak-mampuan untuk menegangkan atau mengeraskan (ereksi) alat kelamin pria (penis) atau ketidak-mampuan mempertahankan ereksi yang cukup memadai untuk hubungan seksual, secara berulang-ulang. Seseorang belum bisa dikatakan menderita Disfungsi Ereksi jika tidak mampu berereksi atau mempertahankan ereksi hanya sekali atau dua kali saja.

Siapapun dapat mengalami disfungsi ereksi, namun dengan semakin bertambahnya usia, masalah ini semakin banyak dijumpai. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kelainan pada pembuluh darah penis yang mengakibatkan ereksi hanya dapat dipertahankan dalam waktu yang singkat saja. Kelainan pembuluh darah ini dapat disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengkonsumsi alkohol serta kurangnya berolahraga. Faktor lainnya yang berperan penting juga adalah gangguan saraf, kelainan hormonal, kelainan anatomi, faktor psikis, obat-obatan dan lain-lain.

Hal ini selaras dengan beberapa penyakit yang sering diderita oleh pria usia lanjut seperti diabetes melitus, hiperkolesterol, multiple sklerosis, stroke, penyakit tulang belakang, hipertensi, prostat, dan lainnya.

Apa itu Extracorporeal Shock Waves for Sexual Therapy (ESST)?

ESST merupakan terobosan terapinon invasive terkini dalam penanganan DE yang bertujuan untuk memperbaiki peredaran darah yang masuk ke dalam penis. Terapi ini menggunakan gelombang kejut di luar tubuh intensitas rendah yang membentuk pembuluh darah (kolateral) baru pada penis.

Bagaiamana prosedur terapidengan ESST?

Aplikator alat ESST akan ditempelkan di 5 titik pada penis dan diberikan 300 kali gelombang kejut. Terapi dengan EEST ini berlangsung selama 9 minggu yang dibagi menjadi 2 periode. Pada periode pertama, terapi akan dilakukan 2 kali dalam seminggu selama 3 minggu. Kemudian pasien akan diistirahatkan selama 3 minggu sebelum masuk keperiode selanjutnya. Pada periode kedua, terapi akan dilakukan kembali 2 kali dalam seminggu selama 3 minggu.

Apakah keuntungan dari terapidengan ESST?

Sesuai dengan nama dari alat ini, extracorporeal, maka terapi ini dilakukan di luar tubuh pasien tanpa operasi ataupun pembiusan dan dilakukan dalam durasi yang cukup singkat. Sehingga pasien yang melakukan terapi ini dapat beraktivitas seperti biasa. Terapi ini juga dapat menggantikan obat-obatan untuk DE karena lebih aman dan efektif.

IMG_0015